Tahun 2025 membawa beberapa pembaruan penting pada e-Rapor SD, sebuah aplikasi yang kini menjadi alat utama guru dan operator sekolah dalam pengolahan nilai. Ada banyak perubahan teknis yang cukup membantu, namun sebagian guru mungkin belum tahu apa saja hal baru yang perlu diperhatikan. Berikut rangkuman lima poin pentingnya.
1. Port Akses Baru: 8535
Berbeda dengan eRapor SP maupun versi sebelumnya, e-Rapor SD 2025 menggunakan port baru, yaitu 8535.
Alamat akses lengkapnya:
https://localhost:8535Jika diakses dari perangkat lain dalam jaringan, cukup gunakan format:
https://alamat-ip:8535Contoh:
https://192.168.1.5:8535Perubahan port ini penting diketahui supaya guru tidak bingung ketika aplikasi tidak dapat dibuka.
2. Mendukung Restore Database dari eRaporSP
Salah satu peningkatan paling membantu adalah kemampuan untuk mengimpor database eRaporSP langsung ke e-Rapor SD 2025.
Karena pengembangnya sama—I Nyoman Pasek, S.Pd., M.Pd. (PS Disdikpora Prov. Bali)—transisi menjadi jauh lebih mudah.
Informasi pembaruan aplikasi eRapor SP biasanya dibagikan di blog pribadi beliau:
Fitur ini sangat menghemat waktu karena Admin tidak perlu menginput ulang data secara manual.
3. Hadirnya Menu Kokurikuler
Mulai tahun 2025, alokasi jam untuk P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dialihkan menjadi Kokurikuler.
e-Rapor SD 2025 kini sudah menyediakan Menu Kokurikuler untuk mendukung perubahan ini.
Guru tidak perlu bingung lagi bagaimana mencatat kegiatan kokurikuler karena menu khususnya sudah disiapkan.
4. Sub Pembelajaran Otomatis Tersedia
Di versi sebelumnya, Admin harus menambahkan mapel lokal secara manual.
Kini, e-Rapor SD 2025 otomatis menyediakan Sub Pembelajaran berdasarkan data di Dapodik.
Contohnya untuk kelas 1 yang di Dapodik hanya tertulis “Guru Kelas SD/MI/SLB”, kini sudah otomatis muncul sub pembelajaran seperti:
- Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
- Bahasa Indonesia
- Matematika (Umum)
- Seni Budaya
Fitur ini jelas mengurangi pekerjaan tambahan bagi Admin sekolah.
5. Perlu Menambahkan httpd.exe ke Whitelist Firewall
Agar e-Rapor dapat diakses dari laptop lain dalam jaringan, Admin perlu menambahkan Apache HTTP Server (httpd.exe) ke whitelist firewall.
Ini mencegah firewall memblokir akses sehingga aplikasi bisa dibuka oleh client dengan lancar.
Sebagian besar informasinya baru bagi saya, terutama karena e-Rapor SD 2025 adalah rilisan terbaru yang tidak semua orang sudah mengikuti perkembangannya. Namun pola pengembangan—termasuk penggunaan port khusus dan kompatibilitas dengan eRaporSP—sering ditemukan pada aplikasi sekolah sehingga terasa familiar.
Artikel yang mungkin perlu kamu baca juga:




Posting Komentar