Dalam beberapa bulan terakhir, gambar bergaya editorial lifestyle dengan sentuhan doodle menjadi salah satu tren visual yang banyak digunakan untuk blog, media sosial, hingga promosi produk digital. Gaya ini menggabungkan fotografi realistis dengan ilustrasi sederhana sehingga menghasilkan gambar yang unik, modern, dan mampu menarik perhatian pembaca.
Namun, salah satu tantangan terbesar saat membuat gambar menggunakan AI adalah menjaga agar wajah tetap menyerupai orang pada foto referensi. Tanpa prompt yang tepat, AI sering kali menghasilkan wajah yang berbeda sehingga identitas subjek menjadi hilang.
Pada artikel ini saya akan membagikan prompt yang saya gunakan untuk menghasilkan foto editorial yang tetap mempertahankan identitas wajah, tetapi dengan pose dan konsep yang benar-benar baru.
Mengapa Menggunakan Foto Referensi?
Foto referensi berfungsi sebagai acuan utama agar AI mempertahankan karakteristik wajah seseorang, seperti:
- Bentuk wajah
- Proporsi wajah
- Warna kulit
- Gaya rambut
- Kacamata
- Ciri khas wajah lainnya
Semakin jelas foto referensi yang digunakan, semakin mudah AI mempertahankan identitas subjek.
Konsep Foto
Konsep yang digunakan adalah editorial lifestyle photography dengan latar studio minimalis berwarna terang.
Tokoh utama digambarkan sedang berlari sambil membawa segelas iced Americano. Di belakangnya terdapat doodle berbentuk stick figure dan seekor bebek pemarah yang menarik bagian belakang kaus sehingga tercipta efek kain yang meregang.
Perpaduan antara foto realistis dan doodle hitam sederhana menghasilkan cerita visual yang lucu sekaligus menarik.
Detail yang Membuat Hasil Lebih Realistis
Beberapa detail kecil justru menjadi faktor penting agar hasil akhir terlihat profesional, antara lain:
- Pose berlari yang natural.
- Satu kaki terangkat mengikuti langkah.
- Lipatan kaus mengikuti arah tarikan.
- Anatomi tangan yang benar.
- Pegangan gelas terlihat alami.
- Bayangan lembut khas studio.
- Ekspresi wajah ceria tetapi tetap natural.
Semakin rinci instruksi yang diberikan kepada AI, semakin baik kualitas gambar yang dihasilkan.
Mengapa Menambahkan Doodle?
Doodle memberikan kesan ringan dan humoris tanpa mengurangi fokus pada subjek utama.
Gaya seperti ini sangat cocok digunakan untuk:
- Hero image artikel blog
- Thumbnail YouTube
- Banner website
- Landing page
- Promosi produk digital
- Konten Instagram
Karena doodle digambar seolah langsung di atas foto, hasil akhirnya terasa lebih kreatif dibandingkan foto biasa.
Tips Agar Wajah Tetap Mirip
Agar AI mampu mempertahankan identitas wajah, gunakan beberapa tips berikut:
- Gunakan foto referensi yang tajam.
- Wajah menghadap kamera.
- Hindari foto yang terlalu gelap.
- Sertakan instruksi "Preserve the reference face exactly."
- Jelaskan agar AI mempertahankan bentuk wajah, warna kulit, gaya rambut, dan kacamata.
- Tambahkan instruksi agar wajah dibuat sedikit lebih cerah tanpa mengubah identitasnya.
Prompt Lengkap
Use the reference face exactly. Preserve facial identity, facial proportions, hairstyle, age, skin tone, glasses, and all recognizable facial features.
Create an ultra-realistic editorial lifestyle photograph in a clean minimalist studio with a soft light seamless background.
The subject is a cheerful young man. He is caught mid-run as if trying to escape, smiling naturally with a bright, relaxed expression. His eyes are slightly squinting from genuine happiness, creating a playful yet calm mood. His body naturally leans forward in motion while being subtly pulled backward by the tension on his T-shirt.
Pose:
• Dynamic running pose.
• One foot naturally lifted off the ground.
• Arms swinging naturally while running.
• Right hand holding an iced Americano in a clear plastic cup.
• Clothing and body posture should clearly convey forward momentum.
• The facial expression should feel cheerful, relaxed, and effortless rather than exaggerated.
Outfit:
• Light pastel yellow fitted oversized T-shirt designed for men (relaxed fit, masculine silhouette).
• Light blue straight-leg denim jeans with a modern masculine fit.
• Clean white minimalist sneakers.
Doodle Interaction:
On the left side of the frame, draw a simple black hand-drawn doodle character in a minimalist stick-figure style with:
• rounded head
• tiny dot eyes
• straight expressionless mouth
• thick bold black marker lines
Together with an ugly angry duck doodle, the stick figure stretches one long arm and firmly grabs the back of the man's T-shirt, dramatically pulling the fabric backward to stop him from running away.
The T-shirt should stretch naturally with realistic fabric tension, multiple folds and wrinkles radiating toward the doodle's hand. The pulling force should subtly shift the man's upper body backward while he continues trying to run forward, creating believable physical interaction.
The doodle should appear to struggle slightly, with tiny motion lines around its arm and hand emphasizing the pulling force.
Add playful doodle motion lines around the man's head to emphasize movement and happiness.
The doodle must appear as if it was hand-drawn directly over the finished photograph using thick black marker ink.
Hands:
• Anatomically correct hands.
• Natural finger proportions.
• Both hands fully visible.
• Realistic grip on the iced Americano cup.
Face:
• Preserve the reference face exactly.
• Keep the same facial proportions, hairstyle, glasses, and identity.
• Slightly brighten the face with soft natural lighting.
• Healthy skin tone.
• Natural smile.
• Editorial-quality skin texture.
• No beauty filter or unrealistic smoothing.
Lighting & Style:
• Bright high-key studio lighting.
• Soft natural shadows.
• Ultra-clean minimalist composition.
• Editorial lifestyle photography.
• Realistic fabric physics.
• Humorous visual storytelling.
• Premium modern aesthetic.
• Playful, wholesome atmosphere.
• Ultra-realistic.
• Crisp details.
• 8K quality.
• Vertical 4:5 composition.
Penutup
Dengan prompt yang terstruktur dan detail, AI akan lebih mudah memahami hasil yang Anda inginkan. Kuncinya bukan hanya pada deskripsi pose atau pakaian, tetapi juga pada instruksi untuk mempertahankan identitas wajah, pencahayaan, interaksi objek, hingga detail lipatan kain. Semakin spesifik prompt yang digunakan, semakin konsisten pula hasil gambar yang dihasilkan.
Prompt ini bisa menjadi dasar untuk membuat berbagai konsep lain, seperti foto traveling, olahraga, bekerja di kantor, hingga promosi produk, tanpa kehilangan identitas wajah dari foto referensi.

